Mengapa Merayakan Hari Laut Sedunia?

Reporter: Mustika Muchtar

Di Indonesia, masyarakat memperingati Hari Laut Sedunia dengan menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian laut dan organismenya.

Pesan-pesan itu disampaikan melalui berbagai saluran media sosial. Tagar #HariLautSedunia, misalnya, pada 8 Juni 2017 menjadi trending topic.

Sementara di Manado, Sulawesi Utara, pemerintah provinsi menyelenggarakan aksi bersih-bersih pantai di Pulau Bunaken bersama berbagai LSM dan masyarakat pulau tersebut.

Bunaken, sebagai ikon pariwisisata Sulut, dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami masalah sampah yang tak kunjung terselesaikan.

Aksi tersebut diharapkan dapat mempengaruhi masyarakat agar mengubah kebiasaan membuang sampah di aliran sungai agar. Sekaligus, melestarikan satu-satunya Taman Laut yang dimiliki Sulawesi Utara.

Mengapa Kita Merayakan Hari Laut Sedunia?

Sebuah organisasi internasional bernama The Ocean Project, berupaya menginisiasi Hari Laut Sedunia sejak tahun 2002. Pada perhelatan Earth Summit yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, tahun 1992, Pemerintah Canada mengajukan konsep Hari Laut Sedunia dalam forum tersebut. Namun, hingga saat itu, Hari Laut Sedunia  masih menjadi wacana.

Akhirnya, bersama World Ocean Network, pada tahun 2004 sampai 2008, para sukarelawan membuat dan membagikan petisi online yang berisi desakan kepada PBB agar menetapkan Hari Laut Sedunia pada setiap tanggal 8 Juni.

Usaha mereka berbuah manis. Ratusan organisasi dan masyarakat dari berbagai belahan dunia turut berpartisipasi menandatangani petisi tersebut. Hasilnya, pada tahun 2008, Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menetapkan Hari Laut Sedunia pada setiap tanggal 8 Juni.

Sejak saat itu, Hari Laut Sedunia dirayakan dengan berbagai macam cara di berbagai negara. Umumnya, masyarakat merayakannya dengan menggelar berbagai kampanye mengenai isu-isu kerusakan lingkungan laut, aksi bersih-bersih pantai, pemutaran film, pentas seni, dan berbagai aksi positif lainnya dalam rangka melindungi kehidupan di laut.

Apa Tujuan Hari Laut Sedunia 

Laut yang mencakup 71% wilayah permukaan bumi selayaknya dimaknai secara khusus oleh kita, manusia – aktor utama yang paling bertanggung jawab atas berbagai kasus kerusakan lingkungan laut yang mengancam kehidupan jutaan biota tinggal di dalammya.

Kesehatan laut menjadi sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di belahan bumi manapun. Kesehatan laut adalah kesehatan manusia. Ada banyak peranan laut yang begitu erat dalam rangka memastikan kehidupan manusia berlangsung dengan baik.

Salah satu peran  laut yang paling penting adalah memenuhi kebutuhan pangan, protein, dan mineral 7  miliar manusia di bumi. Secara ideal, penyediaan konsumsi pangan laut merujuk pada berbagai ikan konsumsi yang bernilai ekonomis, rumput laut, garam yodium, dan berbagai macam sumberdaya laut lainnya yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi alternatif pangan.

Adapun obat-obatan yang merupakan hasil ekstraksi dari organisme laut, saat ini tengah dikembangkan dalam bidang biofarmasitika laut oleh para peneliti bidang kelautan dan kesehatan.

Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memperkirakan 30% total karbondioksida di atmosfer selama masa pra-industri diserap oleh lautan melalui siklus karbon global.

Kemampuan laut dalam menyerap karbondioksida diperkirakan bahkan lebih baik dari hutan tropis. Berbagai variasi iklim dan cuaca di bumi juga tidak lepas dari peranan laut sebagai komponen penting.

Jutaan masyarakat di banyak negara juga menggantungkan perekonomian dan mata pencaharian mereka pada aktivitas penangkapan di laut. Terutama di negara-negara berkembang, mata pencaharian di bidang perikanan dan pariwisata bahari sangat bergantung pada produktivitas terumbu karang yang sehat.

Sebab itu, Hari Laut Sedunia menjadi kesempatan bagi kita semua untuk sedikit membalas limpahan kebaikan alam yang kita nikmati dari laut.

Melalui berbagai kegiatan perayaan Hari Laut Sedunia, ada beberapa poin-poin penting yang diharapkan dapat disampaikan kepada setiap individu, baik yang mendiami daratan, maupun wilayah-wilayan pesisir.

Pertama, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang makna laut, dan apa saja yang disediakannya bagi kehidupan makhluk hidup di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Kedua, Hari Laut Sedunia diharapkan menjadi momentum bagi siapa saja untuk mengekplorasi keindahan dan keanekaragaman hayati laut dan habitat di dalamnya.

Kemudian kita dapat mempertimbangkan tindakan sehari-hari yang mempengaruhi kehidupan organisme-organisme di dalammya, juga bagaimana memahami hubungan manusia dan lautan.

Ketiga, berbagai aksi kampanye dan penyadartahuan dilakukan untuk mendorong orang-orang mengubah kebiasaan-kebiasaan kecilnnya yang berkontribusi dalam merusak kehidupan di laut.

Semisal, di manapun kita membuang sampah sembarangan, 80% di antaranya dipastikan akan bermuara ke laut, serta meracuni setiap organisme laut yang tanpa sengaja mengira sampah sebagai makanannya.

Kita dapat mengajak anggota keluarga, teman, kerabat, atau siapapun untuk ikut beraksi mengurangi jumlah sampah yang masuk ke lautan dengan cara-cara menyenangkan.

Ocean Conference

Bertepatan dengan Hari Laut Sedunia, baru-baru ini juga berlangsung Ocean Conference 2017 yang diselenggarakan oleh PBB di New York Amerika, pada 5 sampai 9 Juni 2017 kemarin.

Konferensi tersebut bertujuan mencapai target Sustainable Development Goal nomer 14, yaitu pada tahun 2030 negara-negara anggota bisa secara efektif meregulasi panen ikan, mencegah tangkapan berlebih (over fishing), dan memberantas IUUF (Illegal, Unreported, Unregulated Fishing), praktik penangkapan ikan yang destruktif.

Target lain yang ingin dicapai adalah manajemen perikanan berdasarkan sains, untuk mengembalikan stok ikan secepat mungkin ke tingkat yang bisa menghasilkan panen maksimum berkelanjutan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *