Berita Hoax Gempa Bumi Sulteng, Kominfo Imbau Netizen Cerdas Dalam Menyebarkan Berita

Penulis : Fipin Desfita

Pasca gempa bumi dan tsunami di wilayah Donggala, Palu, dan Mamuju, Sulawesi Tengah, Kementrian Komunikasi dan Informatika sejak Sabtu (29/09) telah melakukan pemantauan atas konten negatif yang beredar di jaringan internet baik melalui situs maupun media sosial dan chatting platform.

Terlalu banyak berita hoax yang kita dapatkan melalui media manapun, maka karena itu Kemkominfo meminta kita sebagai pengguna media sosial dalam bentuk apapun agar lebih cerdas dalam memercayai berita yang tersebar. Jangan dulu menyebar berita yang belum tentu kebenarannya, itu sudah diatur dalam UU Siaran Pers No. 253/HM/KOMINFO/10/2018 tanggal 2 Oktober 2018 tentang Berita Hoax Gempa Bumi Sulteng yang sekarang ini banyak tersebar.

Berita hoax yang tersebar rata-rata mengenai:

Hoax Korban Musibah

(Sumber: kominfo.go.id)

Berita ini disebar melalui akun Facebook, sang penyebar meminta doa juga meminta agar berita tersebut disebarkan supaya semakin banyak yang mendoakan. Padahal setelah dilihat dan diidentifikasi gambar yang disebar adalah foto pada saat tsunami Aceh 2004 lalu.

Hoax Terkait Walikota Palu Meninggal

(Sumber: kominfo.go.id)

Fakta yang diketahui bahwa Walikota Palu masih hidup bahkan beliau sedang membantu dan turun tangan melakukan evakuasi korban luka sampai korban yang tewas.

Hoax Gempabumi Susulan

(Sumber: kominfo.go.id)

Banyaknya masyarakat yang memakai aplikasi WhatsApp, membuat para penyebar hoax tertarik untuk menyebar beritanya di aplikasi tersebut dengan isi berita bahwa akan ada gempa susulan. Maka dari itu Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB) mengklarifikasi bahwa tidak ada yang pasti dalam bencana yang pasti biarpun IPTEK secanggih apapun yang memprediksinya.

Hoax Penerbangan Gratis dari Makassar Menuju Palu Bagi Keluarga Korban

(Sumber: kominfo.go.id)

Tetapi kenyataannya pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedik, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu diprioritaskan untuk mengangkut pengungsi terutama lansia, wanita, dan anak-anak, serta pasien ke Makassar.

Maka dari itu kominfo dengan tegas mengimbau agar para pengguna media sosial dalam bentuk akun apapun untuk lebih cerdas dalam memercayai semua berita yang tersebar apalagi berita hoax yang belum tentu terjadi atau yang tidak pasti kebenarannya.

Jika ada informasi yang diduga ada unsur hoax di dalamnya, warganet bisa melaporkannya melalui laman aduankonten.id, surel aduankonten@kominfo.go.id atau mention ke akun twitter @aduankonten.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *