Pelestarian Lingkungan Menjadi Tanggung Jawab Pemuda Indonesia

Reporter: Rio Syahruddin Fabanyo

(Foto: Wahyu/Inovasi)

Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Pencinta Alam (MPA) Asteroida Fakultas Peternakan Unsrat mengadakan seminar yang bertema “Pemuda dan Konservasi”, dilaksanakan siang tadi, pukul 13.00 WITA, bertempat di Aula Fakultas Perternakan UNSRAT, Manado (25/10).

Diskusi berlangsung dengan baik, ditandai dengan adanya komunikasi dua arah antara pembicara dan peserta seminar. Yang menjadi pembicara adalah Harry Hilser (Direktur Program Konservasi), Abraham Paendong (Akademisi), Novita (Staf BKSDA) dan Terry Repi (Aktivis Lingkungan Sulut) juga peserta yang sebagian besar datang dari komunitas pencinta alam di Sulawesi Utara.

“Yah, kalau kita pikir sebagai pemuda aksi-aksi konservasi pelestarian lingkungan juga merupakan tanggung jawab pemuda Indonesia itu juga ada semangat nasionalisme jadi untuk memperingati Sumpah Pemuda tidak hanya sebatas upacara bendera, tapi lewat seminar konservasi kita juga bisa belajar bersama tentang kondisi-kondisi alam, kawasan dilindungi, dan satwa-satwa dilindungi kebetulan sebagai para pencinta alam bukan kebetulan hanya anak muda.” Terry Repi, selaku pemateri juga seorang aktivis lingkungan. “Sebagai pemuda Indonesia, jangan hanya bisa memanfaatkan alam, harus ada usaha mengembalikannya juga,” tambahnya.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara (BKSDA Sulut) memperketat pengawasan sesuai tiga pilar (melindungi, menjaga, dan mempertahankan kemurnian genetik) terhadap satwa yang terancam punah yaitu Anoa, Babirusa, Yaki, dan Maleo. Salah satu bahaya yang memungkinkan terjadinya penurunan populasi adalah perburuan yang dilakukan masyarakat sekitar kawasan untuk alasan diperdagangkan atau dikonsumsi.

“Kita sudah melakukan banyak kegiatan pemberdayaan-pemberdayaan masyarakat dan mengkampanyekan pelestarian satwa, tapi memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Karena kita berhadapan dengan masyarakat yang masih  berurusan dengan perut.” ungkap Novita.

Harry Hilser sendiri mengatakan meskipun segala bentuk usaha telah diupayakan tetapi masih ada saja kendala dan ancaman. Dia berharap kepada semua pemuda Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian alam.

Konservasi terhadap sumber daya alam penting untuk dilakukan guna menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi termasuk kehidupan manusia itu sendiri. Apabila pemanfaatan sumber daya alam tidak diiringi dengan upaya konservasi, maka berbagai macam bahaya dapat mengancam kehidupan kita. “Jadi harapan saya kepada para aktivis lingkungan bisa menyatu, membuat konsep, dan tindakan konservasi bersama,” ujar seorang aktivis KPA Tunas Hijau.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *