Tour Guide Masih Selow Menghadapi Ancaman Teknologi

Penulis: Ginpus

(Ilustrasi: cyberpictures.net)

Perkembangan teknologi yang pesat membuat manusia semakin inovatif. Saat ini berbagai kemudahan telah ditawarkan teknologi, salah satunya pada dunia pariwisata. Dengan berkembangnya platform travel, setiap destinasi dapat dijangkau. Hanya bermodalkan gawai dan akses internet, seseorang sudah bisa mendapatkan pelayanan wisata yang tentunya sesuai keinginan dan isi kantongnya. Hal ini tentu membuat orang berpikir karir seorang tour guide konvensional akan terancam. Namun, apakah benar demikian?

Tour Guide di Era Digital

Digitalisasi dunia pariwisata merupakan suatu kemajuan dalam perkembangan teknologi. Dimana informasi mengenai tempat tujuan wisata bisa langsung kita ketahui. Transportasi dan akomodasi dapat diakses hanya dengan sekali klik. Hal ini sebenarnya bukan sebuah ancaman. Tour guide bisa beradaptasi dengan kondisi ini, karena pendekatan digital dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Tour guide bisa memanfaatkan teknologi yang sudah ada untuk memudahkan pekerjaannya. Seperti memesan tiket perjalanan atau reservasi tempat yang akan dikunjungi.

Menurut pendapat Joko Suratno, pemilik ATAYA Tour, “Era digital hanyalah sebuah sistem yang diperuntukan untuk mempermudah, bukan menggeser ataupun menggantikan,” seperti dikutip dari phinemo.com.

Cara Menghadapi Persaingan

Masih selow dengan kemajuan teknologi, para pemandu wisata menganggap kesempatan masih terbuka lebar. Mereka percaya diri ada beberapa kelebihan yang pastinya tidak dimiliki oleh penyedia wisata yang berbasis daring. Hospitality salah satunya. Keramah-tamahan tour guide serta kesiapsediaan dalam segala situasi merupakan keunggulan mereka. Dikutip dari tribunjogja.com, pernyataan Edwin Ismedi Himna selaku Managing Director Trend Tour and Travel, “Ada beberapa service yang tidak bisa didapatkan costumer dari agen-agen online. Diantaranya, saran dan petunjuk itinerary perjalanan hingga layanan refund langsung.” Tak hanya itu, dengan pengalaman matang seorang tour guide terhadap daerah-daerah yang sudah dikenalnya menjadi nilai plus, ketimbang hanya mengandalkan layanan ulasan pada sebuah aplikasi.

Peminat yang Masih Banyak

Bukan hanya keramah-tamahan dan kesiapsiagaan, jasa tour guide masih dilirik karena dapat memberikan rasa aman bagi para pengguna jasanya. Tidak main-main, tour guide adalah orang yang bertanggung jawab atas segala kemungkinan pada kliennya selama perjalanan berlangsung. Tidak hanya itu, budget untuk perjalanan juga masih dipertimbangkan. Salah satu paket pariwisata yang paling diminati adalah group tour. Perjalanan wisata berkelompok ini banyak peminatnya karena semakin banyak peserta tur, biayanya akan lebih murah. Masih dikutip dari pendapat Joko Suratno di phinemo.com, “Minat masyarakat pada agen travel konvensional itu masih sangat tinggi. Kalau dirata-rata memang paling banyak dari government.” Dengan merogoh kocek yang tidak terlalu dalam, pengguna jasa hanya tinggal membawa diri dan pakaian, tanda pengenal, tiket, hotel, akomodasi serta konsumsi sudah beres di tangan tour guide.

Seberapa pun hebatnya perkembangan teknologi, nyatanya tenaga manusia masih dipertimbangkan. Dengan rasa aman dan kenyamanan yang terjamin hingga kecakapan dalam merencanakan dan mengorganisir perjalanan wisata mampu mempertahankan eksistensi tour guide agar tidak dilengserkan jasa travel daring.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *