Badan Tadzkir Fakultas Pertanian: 3 Hari Bakti Sosial Desa Pontak

(Foto: Ambar Kurnia/BTFP)

Penulis: Milah Shofiyati

BOLAANG MONGONDOW UTARA – Badan Tadzkir Fakultas Pertanian (BTFP) Universitas Sam Ratulangi Manado melaksanakan kegiatan Bakti Sosial sebagai bentuk pengabdian masyarakat di Desa Pontak, Kecamatan Kaidipang, Sulawesi Utara.

Bakti Sosial yang berlangsung mulai dari hari Jumat (5/4/2019) mengadakan sejumlah rangkaian kegiatan yang sangat membantu para warga setempat dalam keberlangsungan hidup mereka.

Pembukaan Bakti Sosial dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sekretaris Daerah, Camat Kaidipang, Kepala Desa Pontak serta warga setempat. Pembukaan kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan sekaligus dengan peresmian lapangan Desa Pontak dan dibuka secara resmi oleh Bupati Bolaang Mongondow Utara, Depri Pontoh.

“Kegiatan bakti sosial ini sebagai salah satu bentuk merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian, dan untuk menjadikan mahasiswa, khususnya anggota Badan Tadzkir Fakultas Pertanian agar lebih peduli dengan masyarakat. Sebagaimana yang disampaikan oleh Dr. Sam Ratulangi Sitou Timou Tumou Tou, manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain,” ujar Depri Pontoh saat pembukaan kegiatan Bakti Sosial BTFP Tahun 2019.

Kegiatan selanjutnya, yakni pelaksanaan penyuluhan yang dilaksanakan di lapangan desa pukul 17.00 WITA dibawakan oleh kepala Bidang Pertanian dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Syarifuddin Pontoh. Masyarakat sangat antusias dengan adanya penyuluhan yang dihadiri oleh 31 orang ini. Ketika penyuluhan berakhir, panitia Bakti Sosial BTFP memberikan 400 bibit tanaman yang terdiri dari 200 bibit pohon cempaka, 50 bibit durian, 75 bibit matoa dan 75 bibit duku.

 

(Foto: Novia Indriawati/BTFP)

(Foto: Ari Sigit Domogalad/BTFP)

Sunatan massal yang digelar hari Sabtu (6/4/2019), kali ini bukan hanya desa Pontak saja yang berpartisipasi melainkan beberapa desa sekitar. Sunatan massal ini diadakan di Puskesmas Pembantu (PUSTU) pada pukul 08.05 sampai 13.30 WITA. Ada 29 peserta sunatan massal datang dari 5 desa: Gihang, Pontak, Soligir, Bolang Itang dan Kuala Utara.

(Foto: Novia Indriawati/BTFP)

Bukan hanya penyuluhan dan sunatan massal saja, BTFP juga mengadakan lomba adzan, hafalan surah dan busana muslim untuk anak-anak. Lomba ini bertujuan menguji kemampuan dari anak-anak yang ada di sana dalam pengetahuan keagamaan mereka.

(Foto: Safrijal Kader/BTFP)

Selanjutnya pada pukul 4 sore, panitia Bakti Sosial BTFP melakukan penanaman pohon cempaka sebanyak 15 pohon di sepanjang lahan pertanian milik warga yang dekat dengan sumber air.

Tidak lengkap rasanya jika ada acara pembukaan tanpa ada acara penutupan. Acara penutupan kegiatan yang dilaksanakan jam delapan malam, dihadiri oleh Kepala Desa, beberapa Kepala Dusun setempat, serta masyarakat Pontak.

“Kehadiran adik-adik dari Fakultas Pertanian Univeritas Sam Ratulangi ini sangat membantu masyarakat desa Pontak. Pemberian bibit tanaman dan Pohon Cempaka sangatlah membantu apalagi di desa ini kurang bibit pohon cempaka. Ditambah lagi acara sunatan massal siang tadi,” ujar Suleman Pontoh selaku Kepala Desa Pontak ketika menutup kegiatan Bakti Sosial.

Penutupan Bakti Sosial dilakukan dengan serangkaian acara seperti penyerahan hadiah untuk pemenang lomba, pemutaran video perjuangan panitia Bakti Sosial selama persiapan sampai pelaksanaan kegiatan, dan sampai pertunjukan seni dari anak-anak Desa Pontak.

Minggu (7/4/2019) kegiatan bersih-bersih lingkungan desa Pontak berlangsung usai pelaksanaan sholat subuh dini hari.

(Foto: Ari Sigit Domogalad/BTFP)

Pada jam 10 pagi, tiba saatnya panitia Bakti Sosial BTFP meninggalkan Desa Pontak. Senyuman, tangisan, kegembiraan, kekecewaan tercurahkan ketika bus melaju menjauhi Desa Pontak. Lambaian tangan dari petani yang ada di sawah menyambut kepergian mahasiswa Fakultas Pertanian Unsrat.

“Hati-hati, ya, kalian akan melakukan perjalanan jauh. Kalau ada waktu main ke Desa Pontak lagi,” ucap istri Kepala Desa saat air mata mulai tercurah ketika memeluk salah satu mahasiswa putri yang akan naik ke bus.

“Teruslah berbuat baik untuk sesama karena apa yang kalian lakukan pasti akan kembali kepada kalian sendiri, in ahsantum li anfusikum,” ucap Herman Mamonto, Ketua Umum Badan Tadzkir Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *