Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) 2017: Mereka adalah Inovasi!

Mantan-mantan magangers yang larut dalam cerita (Foto: Alanuari)

 

 

 

 

 

Dua minggu sebelum mereka dilantik, ada Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) dan Inovasi Magazine Challenge yang harus dilalui para calon awak baru LPM Inovasi Unsrat. Selama proses tersebut, kami menjuluki mereka dengan sebutan ‘Magangers’. Atas dasar hobi yang sama, mereka dipertemukan di Inovasi.

Jumlah pendaftar program magangers di awal mencapai 27 Mahasiswa, dari 9 Fakultas yang ada di Unsrat, minus Fakultas Kedokteran dan Peternakan. Hingga berlangsungnya kegiatan Magang, masih tersisa 20 orang calon awak baru. Semakin mendekati hari pelantikan, jumlah Magangers menyusut. Tantangan untuk menyelesaikan sebuah Majalah dengan berbagai permintaan rubrik di dalamnya menyisakan 16 orang, dari 6 Fakultas.

Memang bukan hal yang tidak biasa terjadi di Inovasi, juga tentu Ormawa lainnya. Ada seleksi alam yang berlaku. Bukan karena yang paling kuat, yang akan bertahan. Tetapi, yang bertahan, adalah mereka yang melakukan usaha lebih untuk mengadaptasikan diri dengan lingkungan Pers Mahasiswa Inovasi.

Sorot Balik Tantangan Majalah Inovasi

Melalui Inovasi Magazine Challenge, kami ingin para Magangers merasakan pengalaman bergelut dengan pekerjaan keredaksian. Berbekal ilmu dari PJTD, dan sejumlah pedoman menyusun rubrik majalah, mereka menjalani satu minggu yang sangat melelahkan. Di tengah kesibukan kuliah dan jadwal praktikum yang padat, mereka harus melakukan sejumlah rapat redaksi, peliputan, wawancara, penyusunan naskah, hingga mendesain lay-out.

Meski ruang sekretariat kami terletak di lantai tiga Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), kami menemukan beberapa Magangers berada di sana setelah jam kuliah. Ada yang menulis, ada yang membaca buku atau majalah-majalah tua, atau sekedar nongkrong dan ngobrol dengan para pengurus Inovasi yang tersisa. Kadang, memang melelahkan, ketika harus berjalan kaki dari fakultas, kemudian naik tangga ke lantai tiga. Tapi, mereka nampak tak memedulikan itu.

Inovasi Magazine Challenge (Foto: Mustika)

Presentasi Tim Inovasi-3 (Foto: Mustika)

Kami sangat mengapresiasi semangat dan kegigihan para Magangers menyelesaikan tantangan membuat majalah Inovasi pertama mereka. Meskipun, saat itu mereka belum bisa menyelesaikannya pada deadline yang ditentukan tanggal 24 Oktober, pukul 4 sore. Tim Inovasi-1 dan Tim Inovasi-2 merampungkan majalah mereka pada pukul 11 malam, sekaligus dilanjutkan dengan presentasi. Tim Inovasi-3 menjadi tim terakhir yang memasukan majalah, dan melakukan presentasi sehari setelahnya.

Hasil kerja keras mereka patut diacungi empat jempol. Soal ejaan dan tanda baca yang masih belum tepat, tidak menjadi masalah berarti. Proses belajar masih akan berlangsung. Namun, yang paling penting, mereka mengerjakan majalahnya dengan sepenuh hati.

Menjadi Inovasi

Menjelang pelantikan, Magangers menghabiskan malam bersama dengan berkemah di tepi Pantai Rengkupes, Desa Ranowangko. Kami memasak, hingga makan di atas daun pisang bersama-sama. Satu sama lain mencoba menciptakan kehangatan di antara mereka. Saling suap atau berbagai air minum. Nasi yang ternyata terlalu banyak, juga berusaha mereka habiskan bersama-sama.

Suasana makan bersama di atas daun pisang diterangi temaram lampu (Foto: Amad)

 

Suap-suapan, ihiiyy! (Foto: Amad)

Malam itu diisi dengan sejumlah kegiatan seru-seruan ala Inovasi. Ada pentas drama kecil-kecilan yang lucu dan menghibur dari para Magangers, berkirim surat, dan berbagi cerita hingga larut. Tujuannya sederhana, yaitu untuk memastikan, mereka berteman dengan baik.

Sudah menjadi tradisi Inovasi, prosesi pelantikan dimulai pagi hari. Serangkaian ritual turun-temurun dari para pendahulu Inovasi juga dilalui para awak baru. Prosesi diakhiri dengan mencium bendera Inovasi, sebagai tanda resmi bergabungnya mereka bersama LPM Inovasi Unsrat. Tidak ada lagi julukan Magangers. Sejak hari itu, mereka adalah Inovasi.

Selamat bergabung, mantan magangers!

Salam Pers Mahasiswa!

 

Kamu Mahasiswa UNSRAT? Ayo Magang di Inovasi!

 

Semester ini, LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Inovasi Unsrat membuka program MAGANGERS bagi kalian Mahasiswa/i Universitas Sam Ratulangi yang tertarik merasakan pengalaman seru yang berbeda menjadi anggota Pers Mahasiswa!

Jika kamu tertarik dengan dunia jurnalistik, ingin mengasah kemampuan berpikir kritis, dan jadi Mahasiswa yang melek isu-isu nasional, daerah, dan kampus, LPM Inovasi adalah tempat yang tepat untuk belajar bersama.

 

Peryaratan Umum

  1. Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Semester 1-5)
  2. Aktif dan Kreatif
  3. Bisa bekerja sama
  4. Bisa diajak gokil
  5. Suka tantangan baru
  6. Kirimkan data diri : Nama lengkap/ Angkatan/ Fakultas/ Posisi pilih salah satu (Penulis, Fotografer, Desainer Grafis)/ Nomer handphone

LOWONGAN MAGANG:

Penulis

Suka menuslis, suka membaca, suka jalan-jalan

Syaratnya: Kirimkan satu (1) contoh tulisanmu dalam format word, maks. 5000 kata dengan spasi 1,5.

 

Fotografer

Hobi memotret, dan suka jalan-jalan.

Syaratnya: Kirimkan tiga (3) karya fotomu dalam format jpg. maks 5 MB

 

Desainer Grafis

Hobi mendesain, kreatif, inovatif.

Syaratnya: Kirimkan satu (1) karyamu berupa poster/publikasi, brosur, leaflet, atau semacamnya maks. 5 MB.

 

Kirimkan karyamu beserta data diri ke alamat email lpminovasiunsrat@gmail.com  paling lambat 1 Oktober 2017 pukul 00.00 WITA

 

Sampai ketemu, Magang-ers INOVASI !

 

Contact person : 0818 0648 4565 (Mustika)

Ke Manado, Kaka Slank Galang Dana Program Lingkungan “Belajar Bersama Alam”

 

Vokalis grup band Slank yang akrab disapa Kaka akan hadir di Manado pada Senin, 10 Juli 2017. Kedatangan Kaka kali ini bukan untuk tampil konser bersama dengan grup musiknya, melainkan datang sendiri untuk membantu Yayasan Suara Pulau menggalang dana.

 

Kaka memang dikenal sebagai salah satu musisi yang dekat dan peduli dengan isu lingkungan. Kedatangan Kaka digawangi oleh Yayasan Suara Pulau, lembaga swadaya masyarakat yang fokus dalam kegiatan edukasi dan konservasi lingkungan hidup di Kepulauan Kinabuhutan, Talise, Bangka, dan Gangga (Kitabangga).

 

Pendiri Yayasan Suara Pulau, Ulva Novita Takke mengatakan, “Kami berharap kedatangan Kaka bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat Manado untuk lebih peduli dengan lingkungan di Sulawesi Utara. Kami sangat senang Kaka bersedia meluangkan waktunya dan membantu menggalang dana.”

 

“Acara ini diadakan khusus untuk menggalang dana demi mendukung program ‘Belajar Bersama Alam’. Semua hasil penjualan tiket yang terkumpul sepenuhnya akan digunakan untuk program belajar bersama alam. Dengan membeli tiket itu artinya Anda sudah ikut berpartisipasi mendukung program ini,” tambah Ulva.

 

‘Belajar Bersama Alam’ adalah program dari Yayasan Suara Pulau yang dikhususkan pada pendidikan anak-anak di Kepulauan Kitabangga untuk menanamkan kecintaan dan kesadaran serta meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan alam sekitar.

 

Beberapa contoh kegiatan program antara lain ba pontar di nyare atau belajar ekosistem padang lamun, ba lia karang atau belajar ekosistem terumbu karang, ba ron posi-posi atau belajar ekosistem bakau, isu sampah dan penanganannya, kegiatan edukasi melalui panggung boneka, serta menonton film bertema lingkungan.

 

Tiket terbagi atas tiga kategori. Tiket Dugong seharga 250 ribu rupiah akan mendapatkan tiket masuk, foto bersama Kaka, dan tanda tangan Kaka, serta tempat duduk di barisan depan. Tiket seharga 175 ribu rupiah kategori Coral akan mendapatkan tiket masuk dan foto bersama Kaka dan kursi di barisan tengah. Terakhir, dengan membayar 100 ribu rupiah, Anda bisa mendapatkan tiket kategori Mangrove untuk tiket masuk dan duduk di barisan belakang.

 

Kaka mengajak warga Manado untuk hadir dan bersama-sama menikmati musik akustik mengatakan, “Mudah-mudahan saya bisa berkontribusi terhadap lingkungan melalui kegiatan ini. Saya berharap banyak warga Manado yang dapat hadir dan perduli untuk kita sama-sama berdiskusi sambil bermusik asik.”

 

 

Tiket dijual terbatas. Bagi yang ingin berpartisipasi sekaligus bertemu dengan Kaka Slank, bisa memesan tiket via WhatsApp ke nomor berikut: – 081212345168 – 082116497437 atau dengan mengakses www.suarapulau.org

 

Yayasan Suara Pulau merupakan lembaga swadaya masyarakat yang didirikan pada tahun 2012 dan fokus pada Pendidikan dan konservasi Lingkungan hidup . Yayasan Suara Pulau memiliki visi saling menghidupi dan bertujuan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dengan peran aktif seluruh komponen masyarakat,  demi keberlangsungan hidup manusia dan alam di masa depan.

 

Informasi lebih lanjut mengenai Yayasan Suara Pulau dapat diakses melalui www.suarapulau.org dan www.facebook.com/suarapulau