Duta Damai: Perjuangan Para Pemuda Belumlah Usai!

(Ilustrasi: Jovany Joudi Joseph/Inovasi)

Penulis: Jovany Joudi Joseph

“Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian” (Albert Einstein, 1965)

Pemuda adalah tanduk perjuangan negeri ini, sejak zaman penjajahan, kemerdekaan, bahkan reformasi. Kita tentu ingat betapa gigihnya para golongan muda, memperjuangkan agar proklamasi murni oleh bangsa tanpa campur tangan oleh pihak asing. Kita tentu juga ingat peranan para nyong-nyong wakil dari setiap daerah di Nusantara, bersatu dan bersumpah di bawah satu naungan tanah air, Indonesia. Kita juga tentu tak akan lupa semangat yang membara para mahasiswa yang menolak untuk tunduk di bawah paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila, yang akhirnya menggulingkan tirani kekuasaan dan mendorong terjadinya reformasi.

Tapi, apakah perjuangan para pemuda hanya akan berakhir sampai di situ? Memang, kemerdekaan telah dicapai dan demokrasi telah dijunjung tinggi. Tapi apakah hal tersebut dapat selamanya bertahan? Apakah dapat mencegah masuknya paham-paham radikalisme? Apakah demokrasi yang ada dapat selamanya murni tanpa manipulasi? Apakah kedamaian dapat selamanya bertahan tanpa ada yang mempertahankannya?

Sementara melihat kondisi saat ini, bangsa yang penuh dengan keberagaman menjadikannya rentan terhadap isu-isu menyangkut keutuhan negara: ancaman konflik sosial, terorisme, penyebaran berita bohong juga isu-isu SARA, sampai perang saudara seakan semakin santer terdengar saat ini. Dan paling membahayakan ialah penyebaran radikalisme yang kini menyasar para generasi muda bangsa. Kita sekarang dihadapkan oleh tantangan global yang lebih besar. Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat menjadi lahan luas bagi tumbuh suburnya paham radikalisme di dunia maya.

Kita tengah berhadapan dengan “musuh yang tidak nyata, namun sangat mematikan”. Terorisme kini melebarkan sayap dan menyebarkan ajarannya melalui media sosial. Hal ini tentunya akan menjadi ancaman yang cukup besar, para pemuda kini dituntut untuk mempertahankan kedamaian dan keutuhan bangsa dari serangan musuh yang tidak terlihat.

Demi menjawab tantangan dalam mempertahankan perdamaian tersebut, Badan Nasional Penanggulan Teroris atau disingkat BNPT, sebuah lembaga yang dibentuk khusus untuk menangani masalah terorisme dan paham radikalisme. Mencoba menyediakan sebuah wadah bagi para pemuda untuk memperjuangkan kemerdekaan di zaman modern ini, dengan membentuk Duta Damai Dunia Maya.

Melalui program tersebut, diseleksi 60 pemuda-pemudi terbaik yang giat berselancar di media sosial juga memiliki kesadaran akan pentingnya perdamaian. Masing-masing datang dari 12 provinsi di Indonesia. Selama 4 hari 3 malam, mereka diberi materi bagaimana melawan radikalisme dan terorisme di dunia maya, pelatihan bagaimana cara mengedukasi masyarakat dan dibimbing untuk bekerja sama dalam tim sehingga menghasilkan sebuah produk kontra propaganda yang nantinya akan disebarluaskan kepada publik sebagai penangkal berita negatif.

Pada pelatihan Duta Damai tersebut, 2 hari pertama kader-kader perdamaian ini dibekali dengan berbagai wawasan dan pengetahuan oleh para pemateri dari BNPT dan lembaga-lembaga afiliasinya. Di hari berikutnya mereka diajarkan untuk bekerja sama dalam tim dan membangun sebuah sistem media yang nantinya akan menghasilkan produk-produk positif secara berkelanjutan. Selain itu, mereka juga memiliki waktu senggang, sebagai sarana keakraban yang diisi dengan sesi sharing dan kolaborasi guna membangun komunikasi yang lebih erat diantara mereka, Duta Damai.

Sujatmiko, sebagai Kasubdit kontra propaganda BNPTRI, dalam pemaparan sesi pengenalan radikalisme, mengungkapkan betapa pentingnya peranan pemuda dalam menangkal bahaya yang mengancam keutuhan negara zaman ini. Pemuda harus tahu betul apa yang tengah dihadapi dan bagaimana menyikapinya.

“Setelah mengetahui betul akar permasalahan radikalisme dan terorisme melalui pelatihan duta damai ini, mereka dapat menciptakan suatu karya yang berisi konten-konten perdamaian yang kreatif, seperti video, meme, komik dan sebagainya kepada masyarakat…” ungkapnya seperti dikutip di mapalus.dutadamai.id

Setelah pelatihan dan dikukuhkan sebagai Duta Damai, para pemuda-pemudi ini ditempatkan dalam situs web dan media sosial dari tim masing-masing untuk menghasilkan pesan positif dan mengedukasi masyarakat. Serta menciptakan kedamaian dan mempertahankannya.

Memang, apa yang dilakukan oleh generasi muda zaman sekarang ini tak seberat jika dibandingkan dengan pengorbanan jiwa dan raga oleh pahlawan-pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan di waktu itu. Tetapi, perjuangan tak sampai di situ, dan semua tinggal bergantung pada generasi kita. Bergantung pada apa yang kita ketik dan apa yang kita sebar luaskan di media sosial.

Selamat bertugas, para Duta Damai!

Tunjukan pada dunia bahwa #DamaiItuINDONESIA!

Pekan Penerimaan Anggota Baru LPM Inovasi Unsrat 2018: Datang Magangers, Pulang Inovasi

Penulis: Pemred “tak dikenal”

Anggota Baru bersama sebagian Pengurus LPM Inovasi 2018 (Foto: Dwiki/Inovasi)

Sekretariat LPM Inovasi yang terletak di lantai paling atas Gedung PKM Pertamina Unsrat, rupanya tidak menjadi penghalang yang memupuskan harapan dan cita-cita segerombolan mahasiswa yang kami sebut “Magangers”, calon anggota LPM Inovasi. Keberanian mereka untuk memilih LPM Inovasi dengan segala kelebihan dan kekurangan pun dinilai romantis oleh kami sebagai pengurus. Kami berhasil memikat 33 mahasiswa Unsrat dari berbagai latar belakang fakultas. Satu per satu karya tulisan/foto/poster mereka, yang menjadi persyaratan, masuk melalui Google Form. Maka, tidak sia-sialah perjuangan menempel pamflet “Open Recruitment” dan memaksimalkan promosi dengan memanfaatkan semua akun media sosial yang kami miliki.

Magangers dibekali di Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) dan Inovasi Magazine Challenge (IMC) yang dilaksanakan selama dua minggu berturut-turut. Dua kegiatan ini wajib diikuti oleh setiap peserta sebelum mereka dilantik menjadi anggota LPM Inovasi. Lewat kegiatan ini, kami ingin calon anggota baru memiliki pengetahuan dan merasakan pengalaman bertekun di dunia jurnalistik, seperti melaksanakan rapat redaksi, peliputan, wawancara, penyusunan naskah, hingga menata sebuah majalah agar terlihat menarik.

Pekan Jurnalistik Tingkat Dasar Hari Pertama (Foto: Isai/Inovasi)

Namun, seleksi alam masih berjalan beriringan dengan 2 kegiatan ini, 16 orang tersisa. Mereka adalah orang-orang yang beruntung, yang telah berhasil membagi waktu antara kesibukan jadwal kuliah dan tantangan IMC, yang lumayan menyibukan.

Hasil akhir dari majalah pertama mereka membuat kami kagum sekaligus bangga. Setiap kelompok mengisi setiap rubrik majalah bahkan ada salah satu kelompok mendesain majalah mereka dengan sangat kekinian dan elok untuk dipandang. Kesalahan dalam ejaan, tanda baca dan imbuhan dapat dimaklumi, karena proses belajar mereka masih panjang.

“Datang Magangers, Pulang Inovasi”

Begitulah jargon anggota Inovasi angkatan yang dilantik tahun lalu yang kemudian diamini oleh angkatan 2018 ini.

Dan lagi-lagi, pantai. Entah mengapa, disengaja atau tidak, tempat yang “basah” selalu menjadi pilihan terakhir kami dan pengurus-pengurus sebelumnya sebagai tempat kegiatan internal. Mungkin karena harga sewa tempat yang murah dan kadang-kadang gratis. Tahun ini pelantikan dilaksanakan di pantai Tasik Ria. Setiba di sana, para Magangers mempersiapkan makan malam mereka. Dibantu oleh Zul (Sekretaris Inovasi) dan anggota lain, akhirnya ikan bakar, sayur kangkung, telur goreng dan dabu-dabu iris pun siap dihidangkan di atas daun pisang dan dimakan ramai-ramai.  Kekenyangan membuat sisa-sisa makanan disumbangkan untuk ikan-ikan di laut.

Suasana Makan Malam di Acara Pelantikan (Foto: Dwiki/Inovasi)

Sesudah itu, kami dihibur dengan pentas drama kecil-kecilan oleh Magangers. Kekonyolan mereka menghidupi malam yang minim cahaya sehingga menghangatkan suasana antara kami dan mereka, yang sebentar lagi akan menjadi satu keluarga. Sayangnya, keseruan itu dilewatkan dua orang Magangers kerena sakit dan harus istirahat di tenda.

Pementasan Drama oleh Kelompok 1 (Foto: Haykal/Inovasi)

Sesuai tradisi, prosesi pelantikan dilakukan sebelum fajar tiba. Ada ritual yang dilakukan turun-temurun, salah satunya dan yang mungkin tidak akan terlupakan adalah makan Makanan Dewa. Makanan yang diracik dengan bumbu rahasia ala-ala Inovasi. Prosesi pelantikan ini diakhiri dengan mencium panji Inovasi, dan saat itu pula mereka resmi membawa pulang status baru mereka, yaitu telah menjadi anggota resmi LPM Inovasi Unsrat.

Daniel (FIB ’17) melakukan prosesi terakhir sebelum resmi menjadi anggota resmi LPM Inovasi (Foto: Dwiki/Inovasi)

Selamat bergabung, Caca (FEB ’18), Brid (FT ’16), Milah (FAPERTA ’18), Sintya (FT ’17), Gina (FIB ’16), Veisy (FPIK ’17), Aprinalda (FEB ’17), Angela (FIB ’16), Cheri (FT ’17), Cassey (FT ’16), Gaby (FISIP ’17), Yosuadi (FT ’17), Joand (FPIK ’17), Akbar (FISIP ’17), Daniel (FIB ’17), Widya (FIB ’18), dan 2 insan yang telah bergabung sejak tahun lalu namun baru dilantik tahun ini, Haykal (FEB ’15) dan Fipin (FISIP ’16)! Salam Pers Mahasiswa!

Lembaga Sensor Film Indonesia berkunjung ke Fakultas Ilmu Budaya Unsrat

Reporter: Indeng

Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF) dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi Manado bekerja sama menggelar diskusi Sensor Mandiri dan Permasalahan Pemberdayaan Sensor Mandiri di Manado Sulawesi Utara (Kamis, 6/9/2018). Diskusi ini dibawakan langsung oleh Rommy Fibri, Ketua Sub Komisi II Bidang Hukum LSF dan Ferry Mawikere, Dekan FIB Unsrat.
Diskusi ini dihadiri oleh beberapa dosen, budayawan, sastrawan, mahasiswa serta berbagai komunitas pegiat seni dan perfilman.

(Foto: Indeng/Inovasi)

Dalam selebaran yang dibagikan yang selanjutnya didiskusikan, banyak menyinggung tentang bagaimana era perkembangan IPTEK yang sangat pesat atau saat ini lebih dikenal dengan era Revolusi Industri 4.0 mengimbas ketahanan budaya masyarakat Sulawesi Utara.
Di Era ini arus informasi semakin deras sehingga semakin sulit dibendung dan sulit dikontrol.
Budaya “gengsi” yang melekat kuat pada masyarakat suku Minahasa (suku yang mendiami kota Manado), membuat segala informasi dengan mudah masuk dan diserap masyarakat, di sinilah persoalan ketahanan budaya melemah. Terkait dengan solusi, Ferry Mawikere mengatakan selain usaha pelestarian budaya lokal atau nasional, kesadaran diri dari setiap masyarakat adalah yang terpenting.
Kegiatan ini dinilainya sangat penting dan tepat diadakan di tahun-tahun ini.

(Foto: facebook.com/Marthen D. Rombon)

Pengawasan perfilman dalam UU No. 33 Tahun 2009, mengatur tentang layak atau tidaknya film yang ditayangkan stasiun televisi.
Rommy Fibri mengatakan bahwa LSF bertanggung jawab atas semua film yang akan ditayangkan kepada publik.
LSF sendiri memiliki serangkaian metode tertentu dalam menyensor setiap film, seperti menonton satu film secara utuh, didiskusikan, menyensor, hingga menentukan kategori klasifikasi usia.

Ada tanggapan datang dari salah satu peserta diskusi mengenai bagaimana LSF melakukan sensor terhadap adegan-adegan yang justru penting dalam sebuah film, apakah LSF membatasi kreativitas yang berujung pada berkembangnya film-film indie di berbagai situs, seperti YouTube tanpa melalui proses sensor.
Rommy Fibri kemudian menjelaskan bahwa itulah mengapa pentingnya menonton film secara keseluruhan dan mempertimbangkan nilai-nilai budaya juga etika dalam sebuah film sebelum mereka melakukan sensor terhadap suatu adegan.

(Foto: facebook.com/Marthen D. Rombon)

Di akhir kegiatan ini, LSF mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengawasan sensor perfilman, dengan Sensor Mandiri, aktivitas memilah dan memilih film yang akan diproduksi, dipertunjukan, dan ditonton.

Musyawarah Anggota LPM Inovasi Unsrat 2018

 

Musyawarah Anggota LPM Inovasi Unsrat (Foto: Ryan/Inovasi)

Kemarin LPM Inovasi Unsrat baru saja melaksanakan Musyawarah Anggota di Sekretariat Inovasi, Gedung Pertamina Unsrat Lantai 3. Musta dimulai pukul 8 malam ini dihadiri oleh beberapa anggota yang telah menyelesaikan studi, atau oleh Inovasi sendiri disebut anggota istimewa, dan beberapa anggota aktif termasuk Pengurus Periode 2017/2018. Meski tak mencapai quorum, Musta tetap dilaksanakan melalui kesepakatan peserta Musta yang hadir.

Pembahasan tiap agenda sidang dilakukan singkat namun padat. Selain pembahasan AD/ART, agenda yang paling menjadi sorotan adalah LPJ Pengurus demisioner dan pemilihan Pimpinan Umum.

Pengurus demisioner dalam pemaparan LPJ-nya, Mustika Muchtar dkk., banyak mendapat kritikan tajam sekaligus apresiasi dari anggota yang hadir.
Namun, kritikan yang sebagian besar dilayangkan oleh anggota istimewa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk kepengurusan periode selanjutnya.

Setelah pemaparan LPJ, Musta bertemu dengan agenda yang paling ditunggu yaitu pemilihan dan penetapan Pimpinan Umum untuk periode 2018/2019. Ada dua nama kandidat kuat yang diusulkan peserta sidang, yaitu Zulayka (Fakultas Teknik Angkatan 2016) dan Wahyu Alfy (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Angkatan 2015).

Kandidat PU Inovasi Periode 2018 – 2019 (Foto: Mustika/Inovasi)

Kemudian Musta 2018 akhirnya menetapkan Wahyu Alfy sebagai Pimpinan Umum terpilih untuk periode 2018/2019.

PU demisioner (Mustika) bersama PU yang baru (Wahyu). (Foto: Indri Karundeng/Inovasi)

Seluruh agenda Musta kemudian berakhir pada pukul 3 dini hari.

LPM Inovasi Unsrat Kembali Membuka Program Magangers 2018

Tahun ini Lembaga Pers Mahasiswa Inovasi Unsrat kembali membuka program MAGANGERS bagi kalian Mahasiswa/i Universitas Sam Ratulangi yang tertarik merasakan pengalaman menjadi anggota Pers Mahasiswa di Unsrat.

Persyaratan Umum:

  1. Mahasiswa/i aktif Universitas Sam Ratulangi (Semester 1-5)
  2. Kreatif
  3. Bisa diajak kerjasama
  4. Bisa diajak gokil
  5. Suka tantangan baru

Lowongan Magang:

  1. Penulis

Suka menulis, suka membaca, suka jalan-jalan

Syaratnya: Kirimkan 1 (satu) tulisanmu dalam format .doc atau .pdf, maks. 5000 kata dengan spacing 1.5.

  1. Fotografer

Hobi memotret, dan suka jalan-jalan.

Syaratnya: Kirimkan 3 (tiga) karya fotomu dalam format .jpeg atau .png maks 5 MB.

  1. Desainer Grafis

Hobi mendesain, kreatif, inovatif.

Syaratnya: Kirimkan 1 (satu) karyamu berupa poster/publikasi, brosur, leaflet, atau semacamnya dalam format .jpeg atau .png maks. 5 MB.

 

Cara Pendaftaran:

Kunjungi tautan ini untuk mendaftar, isi data dirimu dalam formulir pendaftaran dengan benar dan siapkan karyamu untuk diunggah di halaman terakhir formulir. Pendaftaran dibuka hingga tanggal 9 September 2018 Pukul 23.59 WITA.

 

Sampai bertemu, Magangers Inovasi. Salam Pers Mahasiswa!

 

Narahubung:

+62 822-9332-8232 (Dwiki)

+62 819-4404-1270 (Masita)

+62 888-0454-9354 (Zulayka)

Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) 2017: Mereka adalah Inovasi!

Mantan-mantan magangers yang larut dalam cerita (Foto: Alanuari)

 

 

 

 

 

Dua minggu sebelum mereka dilantik, ada Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) dan Inovasi Magazine Challenge yang harus dilalui para calon awak baru LPM Inovasi Unsrat. Selama proses tersebut, kami menjuluki mereka dengan sebutan ‘Magangers’. Atas dasar hobi yang sama, mereka dipertemukan di Inovasi.

Jumlah pendaftar program magangers di awal mencapai 27 Mahasiswa, dari 9 Fakultas yang ada di Unsrat, minus Fakultas Kedokteran dan Peternakan. Hingga berlangsungnya kegiatan Magang, masih tersisa 20 orang calon awak baru. Semakin mendekati hari pelantikan, jumlah Magangers menyusut. Tantangan untuk menyelesaikan sebuah Majalah dengan berbagai permintaan rubrik di dalamnya menyisakan 16 orang, dari 6 Fakultas.

Memang bukan hal yang tidak biasa terjadi di Inovasi, juga tentu Ormawa lainnya. Ada seleksi alam yang berlaku. Bukan karena yang paling kuat, yang akan bertahan. Tetapi, yang bertahan, adalah mereka yang melakukan usaha lebih untuk mengadaptasikan diri dengan lingkungan Pers Mahasiswa Inovasi.

Sorot Balik Tantangan Majalah Inovasi

Melalui Inovasi Magazine Challenge, kami ingin para Magangers merasakan pengalaman bergelut dengan pekerjaan keredaksian. Berbekal ilmu dari PJTD, dan sejumlah pedoman menyusun rubrik majalah, mereka menjalani satu minggu yang sangat melelahkan. Di tengah kesibukan kuliah dan jadwal praktikum yang padat, mereka harus melakukan sejumlah rapat redaksi, peliputan, wawancara, penyusunan naskah, hingga mendesain lay-out.

Meski ruang sekretariat kami terletak di lantai tiga Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), kami menemukan beberapa Magangers berada di sana setelah jam kuliah. Ada yang menulis, ada yang membaca buku atau majalah-majalah tua, atau sekedar nongkrong dan ngobrol dengan para pengurus Inovasi yang tersisa. Kadang, memang melelahkan, ketika harus berjalan kaki dari fakultas, kemudian naik tangga ke lantai tiga. Tapi, mereka nampak tak memedulikan itu.

Inovasi Magazine Challenge (Foto: Mustika)

Presentasi Tim Inovasi-3 (Foto: Mustika)

Kami sangat mengapresiasi semangat dan kegigihan para Magangers menyelesaikan tantangan membuat majalah Inovasi pertama mereka. Meskipun, saat itu mereka belum bisa menyelesaikannya pada deadline yang ditentukan tanggal 24 Oktober, pukul 4 sore. Tim Inovasi-1 dan Tim Inovasi-2 merampungkan majalah mereka pada pukul 11 malam, sekaligus dilanjutkan dengan presentasi. Tim Inovasi-3 menjadi tim terakhir yang memasukan majalah, dan melakukan presentasi sehari setelahnya.

Hasil kerja keras mereka patut diacungi empat jempol. Soal ejaan dan tanda baca yang masih belum tepat, tidak menjadi masalah berarti. Proses belajar masih akan berlangsung. Namun, yang paling penting, mereka mengerjakan majalahnya dengan sepenuh hati.

Menjadi Inovasi

Menjelang pelantikan, Magangers menghabiskan malam bersama dengan berkemah di tepi Pantai Rengkupes, Desa Ranowangko. Kami memasak, hingga makan di atas daun pisang bersama-sama. Satu sama lain mencoba menciptakan kehangatan di antara mereka. Saling suap atau berbagai air minum. Nasi yang ternyata terlalu banyak, juga berusaha mereka habiskan bersama-sama.

Suasana makan bersama di atas daun pisang diterangi temaram lampu (Foto: Amad)

 

Suap-suapan, ihiiyy! (Foto: Amad)

Malam itu diisi dengan sejumlah kegiatan seru-seruan ala Inovasi. Ada pentas drama kecil-kecilan yang lucu dan menghibur dari para Magangers, berkirim surat, dan berbagi cerita hingga larut. Tujuannya sederhana, yaitu untuk memastikan, mereka berteman dengan baik.

Sudah menjadi tradisi Inovasi, prosesi pelantikan dimulai pagi hari. Serangkaian ritual turun-temurun dari para pendahulu Inovasi juga dilalui para awak baru. Prosesi diakhiri dengan mencium bendera Inovasi, sebagai tanda resmi bergabungnya mereka bersama LPM Inovasi Unsrat. Tidak ada lagi julukan Magangers. Sejak hari itu, mereka adalah Inovasi.

Selamat bergabung, mantan magangers!

Salam Pers Mahasiswa!

 

Kamu Mahasiswa UNSRAT? Ayo Magang di Inovasi!

 

Semester ini, LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Inovasi Unsrat membuka program MAGANGERS bagi kalian Mahasiswa/i Universitas Sam Ratulangi yang tertarik merasakan pengalaman seru yang berbeda menjadi anggota Pers Mahasiswa!

Jika kamu tertarik dengan dunia jurnalistik, ingin mengasah kemampuan berpikir kritis, dan jadi Mahasiswa yang melek isu-isu nasional, daerah, dan kampus, LPM Inovasi adalah tempat yang tepat untuk belajar bersama.

 

Peryaratan Umum

  1. Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Semester 1-5)
  2. Aktif dan Kreatif
  3. Bisa bekerja sama
  4. Bisa diajak gokil
  5. Suka tantangan baru
  6. Kirimkan data diri : Nama lengkap/ Angkatan/ Fakultas/ Posisi pilih salah satu (Penulis, Fotografer, Desainer Grafis)/ Nomer handphone

LOWONGAN MAGANG:

Penulis

Suka menuslis, suka membaca, suka jalan-jalan

Syaratnya: Kirimkan satu (1) contoh tulisanmu dalam format word, maks. 5000 kata dengan spasi 1,5.

 

Fotografer

Hobi memotret, dan suka jalan-jalan.

Syaratnya: Kirimkan tiga (3) karya fotomu dalam format jpg. maks 5 MB

 

Desainer Grafis

Hobi mendesain, kreatif, inovatif.

Syaratnya: Kirimkan satu (1) karyamu berupa poster/publikasi, brosur, leaflet, atau semacamnya maks. 5 MB.

 

Kirimkan karyamu beserta data diri ke alamat email lpminovasiunsrat@gmail.com  paling lambat 1 Oktober 2017 pukul 00.00 WITA

 

Sampai ketemu, Magang-ers INOVASI !

 

Contact person : 0818 0648 4565 (Mustika)

Ke Manado, Kaka Slank Galang Dana Program Lingkungan “Belajar Bersama Alam”

 

Vokalis grup band Slank yang akrab disapa Kaka akan hadir di Manado pada Senin, 10 Juli 2017. Kedatangan Kaka kali ini bukan untuk tampil konser bersama dengan grup musiknya, melainkan datang sendiri untuk membantu Yayasan Suara Pulau menggalang dana.

 

Kaka memang dikenal sebagai salah satu musisi yang dekat dan peduli dengan isu lingkungan. Kedatangan Kaka digawangi oleh Yayasan Suara Pulau, lembaga swadaya masyarakat yang fokus dalam kegiatan edukasi dan konservasi lingkungan hidup di Kepulauan Kinabuhutan, Talise, Bangka, dan Gangga (Kitabangga).

 

Pendiri Yayasan Suara Pulau, Ulva Novita Takke mengatakan, “Kami berharap kedatangan Kaka bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat Manado untuk lebih peduli dengan lingkungan di Sulawesi Utara. Kami sangat senang Kaka bersedia meluangkan waktunya dan membantu menggalang dana.”

 

“Acara ini diadakan khusus untuk menggalang dana demi mendukung program ‘Belajar Bersama Alam’. Semua hasil penjualan tiket yang terkumpul sepenuhnya akan digunakan untuk program belajar bersama alam. Dengan membeli tiket itu artinya Anda sudah ikut berpartisipasi mendukung program ini,” tambah Ulva.

 

‘Belajar Bersama Alam’ adalah program dari Yayasan Suara Pulau yang dikhususkan pada pendidikan anak-anak di Kepulauan Kitabangga untuk menanamkan kecintaan dan kesadaran serta meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan alam sekitar.

 

Beberapa contoh kegiatan program antara lain ba pontar di nyare atau belajar ekosistem padang lamun, ba lia karang atau belajar ekosistem terumbu karang, ba ron posi-posi atau belajar ekosistem bakau, isu sampah dan penanganannya, kegiatan edukasi melalui panggung boneka, serta menonton film bertema lingkungan.

 

Tiket terbagi atas tiga kategori. Tiket Dugong seharga 250 ribu rupiah akan mendapatkan tiket masuk, foto bersama Kaka, dan tanda tangan Kaka, serta tempat duduk di barisan depan. Tiket seharga 175 ribu rupiah kategori Coral akan mendapatkan tiket masuk dan foto bersama Kaka dan kursi di barisan tengah. Terakhir, dengan membayar 100 ribu rupiah, Anda bisa mendapatkan tiket kategori Mangrove untuk tiket masuk dan duduk di barisan belakang.

 

Kaka mengajak warga Manado untuk hadir dan bersama-sama menikmati musik akustik mengatakan, “Mudah-mudahan saya bisa berkontribusi terhadap lingkungan melalui kegiatan ini. Saya berharap banyak warga Manado yang dapat hadir dan perduli untuk kita sama-sama berdiskusi sambil bermusik asik.”

 

 

Tiket dijual terbatas. Bagi yang ingin berpartisipasi sekaligus bertemu dengan Kaka Slank, bisa memesan tiket via WhatsApp ke nomor berikut: – 081212345168 – 082116497437 atau dengan mengakses www.suarapulau.org

 

Yayasan Suara Pulau merupakan lembaga swadaya masyarakat yang didirikan pada tahun 2012 dan fokus pada Pendidikan dan konservasi Lingkungan hidup . Yayasan Suara Pulau memiliki visi saling menghidupi dan bertujuan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dengan peran aktif seluruh komponen masyarakat,  demi keberlangsungan hidup manusia dan alam di masa depan.

 

Informasi lebih lanjut mengenai Yayasan Suara Pulau dapat diakses melalui www.suarapulau.org dan www.facebook.com/suarapulau